Selasa, (09/06/ 2026) MTsN 3 Blitar mengadakan kegiatan Pelepasan Peserta Didik Kelas IX Tahfidz dengan tema Bersama Al-Qur’an Menuju Kesuksesan
Kegiatan diawali dengan melalar surat Al-Mulk secara bersama- sama, diselingi deklamasi, dilanjutkan pemberian penghargaan kepada siswa siswi kelas 7,8, dan 9 yang mencapai target. Acara selanjutnya Prosesi Pelepasan dengan pemberian gordon dan syahadah kepada seluruh siswa kelas IX
dan pemberian penghargaan bagi siswa- siswi kelas tahfidz 7, 8, dan 9 yang berprestasi, baik akademik maupun non-akademik.
Acara berikutnya sambutan dari Kepala Madrasah, Bapak Choirun Ni’am, M. Pd, dalam sambutannya Beliau menjelaskan anak-anak kelas 7,8,9 total yg mencapai target masih 25%, padahal pihak Madrasah sudah mengupayakan maksimal, salah satu contohnya menambah jumlah guru, tetapi contoh kendala yang nyata rata-rata para siswa datang terlambat ketika mengikuti program 2 jam sebelum pembelajaran, hanya Allah yang memberikan hidayah-Nya. Kendala lain siswa yang tidak cepat hafal karena kebanyakan mereka tidak mondok. Beliau berharap dan mendoakan semoga ke depannya nanti semua menjadi hafidz dan hafidzoh berdasarkan ridho Allah SWT. Tak lupa Bapak Choirun Ni’am mengucapkan terima kasih kepada semua Tim Tahfidz, pengasuh pondok pesantren, yang sudah berkontribusi demi keberhasilan siswa siswi kelas tahfidz. Terakhir beliau memasrahkan kembali anak-anak kelas IX tahfidz kepada semua Wali Santri.
Sambutan yang kedua dari Wali Santri, yang diwakili oleh Bapak Abdur Rohman. Dalam sambutannya Beliau memintakan maaf dan mengucapkan terima kasih yang tiada tara kepada semua pihak yang sudah menjadi lantaran keberhasilan putra-putrinya.
Selanjutnya tausiyah yang disampaikan oleh Kepala Kemenag Bapak Haji Farmadi, S. Ag.,M. HI.Beliau menyampaikan tentang perang Yamamah yang menang, namun Syaidina Umar menangis, karena 70 orang orang penghafal Al Qur’an wafat dalam perang tersebut. Lalu Syaidina Umar mengutus Zaid bin Tsabit untuk membukukan Al Qur’an dan jadilah Mushaf Ustmani. Semoga siswa- siswi tahfidz semua seperti Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang selalu disayang Allah. Beliau menceritakan riwayat Nabi Nabi Ismail yang akan diqurbankan atau disembelih oleh ayahnya Nabi Ibrahim yang sangat mengharukan.
Acara ditutup dengan doa oleh Bapak K. H. Drs.Nur Aziz, M.PdI.









































